Janin Kecil untuk Masa Kehamilan PPK 25/73 · Fetomaternal
Perpustakaan Digital ABBA
Jl. Kerinci Raya No. 9, Malang 65138
Panduan Praktik Klinis (PPK) No. 25 dari 73

Janin Kecil untuk Masa Kehamilan

Small for Gestational Age
Kode UnitPPK-025 (25 dari 73)
ICD-10P05.1
ICD-11KA20.0 ; JA86.4
Divisi PengampuFetomaternal
Dasar RegulasiKepkonsil HK.01.02/KKI/1318/2026, Tabel 7 No. 25
Dasar Regulasi Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026, Lampiran Tabel 7 (Spektrum Penyakit dan Kondisi Klinis), entri No. 25

Panduan ini merupakan turunan operasional dari bab Restriksi Pertumbuhan Janin dan Insufisiensi Plasenta pada Buku Tematik B3 — Obstetri Patologis dan Kegawatdaruratan Maternal, dan disusun berdasarkan entri No. 25 Tabel 7 Lampiran Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 tentang Standar Kompetensi Dokter Spesialis dan Subspesialis Bidang Obstetri dan Ginekologi, dengan diagnosis "Janin kecil untuk masa kehamilan (Small for gestation)", kode ICD-10 P05.1 dan ICD-11 KA20.0 ; JA86.4, keterangan/populasi resmi: restriksi pertumbuhan intrauterin dengan risiko morbiditas neonatal.

1. Pengertian/Definisi

Janin kecil untuk masa kehamilan (small for gestational age, SGA) adalah janin dengan taksiran berat janin (estimated fetal weight, EFW) dan/atau lingkar perut (abdominal circumference, AC) di bawah persentil ke-10 kurva pertumbuhan janin yang sesuai untuk usia kehamilan, sebagaimana tercakup dalam entri diagnosis Tabel 7 Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 No. 25 dengan keterangan resmi "restriksi pertumbuhan intrauterin; risiko morbiditas neonatal".

Secara klinis, kondisi ini perlu dibedakan menjadi dua kelompok yang menentukan tata laksana: (a) SGA konstitusional, yaitu janin kecil namun proporsional, tumbuh sesuai potensi genetiknya (dipengaruhi antara lain oleh tinggi badan, berat badan, etnis, dan paritas ibu), dengan Doppler dan cairan amnion normal; dan (b) restriksi pertumbuhan janin (fetal growth restriction, FGR), yaitu janin yang gagal mencapai potensi pertumbuhan genetiknya, paling sering akibat insufisiensi plasenta, disertai kelainan Doppler dan/atau oligohidramnion. SGA berat didefinisikan sebagai EFW, AC, atau berat lahir di bawah persentil ke-3. Pembedaan SGA konstitusional versus FGR ini digunakan sebagai pengayaan karena Kepkonsil tidak merinci subklasifikasi tersebut secara eksplisit; definisi operasionalnya mengikuti konsensus internasional (Gordijn dkk., 2016) sebagaimana diadopsi oleh pedoman ISUOG, RCOG, dan FIGO.

Berdasarkan usia kehamilan saat onset, FGR dibedakan menjadi early-onset (terdiagnosis sebelum 32 minggu, umumnya berat, sering disertai preeklampsia, dan lebih mudah dikenali dari kelainan Doppler arteri umbilikalis) dan late-onset (terdiagnosis pada atau setelah 32 minggu, umumnya lebih ringan namun secara klinis lebih sulit dideteksi karena kelainan Doppler arteri umbilikalis sering masih normal; deteksi mengandalkan rasio serebroplasenta dan tren pertumbuhan serial).

Secara patofisiologi, penyebab FGR dikelompokkan menjadi tiga: (1) plasenta — insufisiensi akibat gangguan remodeling arteri spiralis (penyebab tersering), plasenta previa, atau kelainan struktural plasenta/tali pusat; (2) janin — kelainan kromosom, sindrom genetik, infeksi kongenital, atau kehamilan multipel dengan diskordansi pertumbuhan; dan (3) maternal — penyakit vaskular kronik, gizi kurang, atau paparan zat berisiko. Identifikasi kelompok penyebab ini memandu arah pemeriksaan penunjang pada bagian 6.

2. Anamnesis

Anamnesis diarahkan untuk mengidentifikasi faktor risiko maternal, plasenta, dan janin yang berkaitan dengan restriksi pertumbuhan intrauterin, sebagaimana keterangan populasi resmi pada Tabel 7 Kepkonsil, sekaligus menjadi dasar penilaian risiko terstruktur pada kunjungan pertama (booking) sebelum usia kehamilan 14 minggu.

Faktor risiko maternal

Keluhan dan riwayat kehamilan berjalan

3. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik obstetri difokuskan pada penilaian pertumbuhan janin secara klinis dan skrining komplikasi hipertensif yang sering menyertai FGR.

4. Kriteria Diagnosis

Diagnosis Janin kecil untuk masa kehamilan (Small for gestation), kode ICD-10 P05.1 dan ICD-11 KA20.0 ; JA86.4 (terverifikasi terhadap Tabel 7 Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026, entri No. 25), ditegakkan berdasarkan kriteria biometrik ultrasonografi berikut, mengikuti kriteria konsensus yang diadopsi RCOG, ISUOG, dan FIGO.

5. Diagnosis Kerja dan Diagnosis Banding

Diagnosis kerja: Janin kecil untuk masa kehamilan (P05.1 / KA20.0 ; JA86.4), dengan penjelasan subklasifikasi SGA konstitusional versus FGR (early-onset atau late-onset) sesuai temuan Doppler dan cairan amnion.

Diagnosis banding yang wajib disingkirkan

6. Pemeriksaan Penunjang

Pemilihan kurva biometri janin memengaruhi tingkat deteksi SGA/FGR; unit pelayanan wajib memastikan konsistensi penggunaan satu kurva rujukan tervalidasi (population-based atau customized) pada seluruh rangkaian pemeriksaan seorang pasien, karena pergantian kurva di tengah pemantauan dapat menimbulkan kesan perubahan pertumbuhan yang semu.

7. Tata Laksana

Tata laksana disesuaikan dengan subklasifikasi (SGA konstitusional vs FGR), usia kehamilan saat diagnosis, dan derajat keparahan temuan Doppler.

7.1 Tata Laksana Non-Farmakologis

7.2 Tata Laksana Farmakologis

7.3 Tata Laksana Bedah/Prosedural

7.4 Kriteria Rujukan ke Subspesialis Fetomaternal

8. Edukasi Pasien dan Keluarga

9. Prognosis

Prognosis sangat bergantung pada etiologi, usia kehamilan saat onset, dan derajat keparahan kelainan Doppler. SGA konstitusional pada umumnya memiliki luaran perinatal baik, setara kehamilan normal. FGR early-onset berat membawa risiko morbiditas dan mortalitas perinatal yang bermakna lebih tinggi, termasuk risiko kematian janin intrauterin, dibandingkan FGR late-onset yang umumnya memiliki luaran lebih baik namun tetap memerlukan kewaspadaan karena deteksi klinisnya lebih sulit.

Risiko jangka panjang pada bayi dengan riwayat FGR mencakup potensi gangguan neurodevelopmental serta peningkatan risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular pada usia dewasa, sejalan dengan hipotesis asal-usul janin pada penyakit dewasa (fetal origins of adult disease). Besaran risiko epidemiologis spesifik pada populasi Indonesia belum tersedia secara resmi dan perlu dirujuk pada laporan atau registri terbaru Kementerian Kesehatan, BKKBN, atau POGI apabila diperlukan untuk keperluan perencanaan program.

10. Tingkat Evidens dan Rekomendasi

Tingkat evidens dan gradasi rekomendasi pada panduan ini disusun mengikuti sistem gradasi yang lazim digunakan pada pedoman praktik klinis internasional rujukan (ACOG, RCOG), karena Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026 tidak menetapkan skala gradasi evidens tersendiri untuk entri Tabel 7.

RekomendasiTingkat EvidensKekuatan RekomendasiSumber
Diagnosis FGR berdasarkan EFW/AC di bawah persentil ke-10 pada USG dengan penanggalan kehamilan akuratII-2BACOG Practice Bulletin No. 227 (2021)
Doppler arteri umbilikalis sebagai pemantauan utama FGR terkonfirmasiIAISUOG Practice Guidelines (Lees dkk., 2020); Cochrane Review (Alfirevic dkk., 2017)
Aspirin dosis rendah profilaksis pada kehamilan berisiko tinggi berikutnyaIAUji ASPRE (Rolnik dkk., 2017); RCOG Green-top Guideline No. 31 (2024)
Tirah baring total tidak direkomendasikan secara rutinIA (rekomendasi negatif)RCOG Green-top Guideline No. 31 (2024)
Sildenafil sitrat tidak direkomendasikan untuk tata laksana FGRIA (rekomendasi negatif)Uji klinis STRIDER; ISUOG Practice Guidelines (Lees dkk., 2020)
Persalinan SGA/FGR late-onset ringan tanpa kelainan Doppler dipertimbangkan mendekati usia aterm, bukan disegerakan rutin pada 37 mingguII-2BRCOG Green-top Guideline No. 31 (2024)

11. Indikator Medis

Indikator berikut merupakan indikator proses dan luaran internal untuk audit mutu tata laksana, bukan data epidemiologi populasi, dan target numerik ditetapkan sebagai sasaran mutu internal fasilitas pelayanan.

12. Perbandingan dan Pengayaan Standar Internasional

Standar nasional (Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026) menetapkan diagnosis Janin kecil untuk masa kehamilan sebagai satu entri kompetensi wajib spesialis obstetri-ginekologi (Tabel 7 No. 25) tanpa merinci protokol teknis Doppler atau algoritma tata laksana berjenjang. Standar internasional berikut digunakan sebagai pengayaan yang bersifat memperkaya, bukan menggantikan standar nasional:

13. Kepustakaan

Glosarium

Daftar istilah berikut disusun untuk memudahkan pembacaan lintas-profesi terhadap panduan ini.

IstilahKeterangan
SGA (small for gestational age)Janin/bayi dengan taksiran berat atau berat lahir di bawah persentil ke-10 untuk usia kehamilan.
FGR (fetal growth restriction)Janin yang gagal mencapai potensi pertumbuhan genetiknya, umumnya akibat insufisiensi plasenta; berbeda dengan SGA konstitusional.
EFW (estimated fetal weight)Taksiran berat janin yang dihitung dari parameter biometri USG.
AC (abdominal circumference)Lingkar perut janin, salah satu parameter biometri USG utama untuk menilai pertumbuhan.
Doppler arteri umbilikalisPemeriksaan aliran darah pada arteri tali pusat untuk menilai fungsi plasenta.
Doppler arteri uterinaPemeriksaan aliran darah pada arteri rahim ibu untuk menilai risiko insufisiensi plasenta.
CPR (cerebroplacental ratio)Rasio serebroplasenta; perbandingan indeks pulsatilitas arteri serebri media terhadap arteri umbilikalis, penanda redistribusi aliran darah janin (brain-sparing effect).
Duktus venosusPembuluh darah janin yang menghubungkan vena umbilikalis ke sirkulasi sentral; kelainan Dopplernya menandakan dekompensasi janin lanjut.
AEDV/REDVAbsent/reversed end-diastolic flow; ketiadaan atau pembalikan aliran darah diastolik akhir pada Doppler arteri umbilikalis, penanda insufisiensi plasenta berat.
AFI (amniotic fluid index)Indeks cairan ketuban, salah satu metode pengukuran volume cairan amnion.
NST/CTG (non-stress test/cardiotocography)Pemeriksaan denyut jantung janin dan aktivitas rahim untuk menilai kesejahteraan janin antepartum.
Profil biofisikPenilaian kombinasi NST, gerak napas janin, gerak tubuh janin, tonus janin, dan volume cairan amnion.
Insufisiensi plasentaKegagalan plasenta menyalurkan oksigen dan nutrisi secara adekuat ke janin, penyebab tersering FGR.
PreeklampsiaGangguan hipertensi spesifik kehamilan disertai proteinuria atau disfungsi organ, sering berkaitan dengan FGR.
Konsensus DelphiMetode pencapaian kesepakatan pakar secara bertahap dan terstruktur, digunakan Gordijn dkk. (2016) untuk merumuskan definisi FGR yang diadopsi secara internasional.