PPK-033 · Kehamilan dengan Diabetes tanpa Komplikasi Fetomaternal · Unit PPK
Panduan Praktik Klinis · PPK No. 33 dari 73

Kehamilan dengan Diabetes tanpa Komplikasi

Diabetes in Pregnancy without Complication

Kode Unit
PPK-033
ICD-10 / ICD-11
O24.4 / JA63
Divisi Pengampu
Fetomaternal
Dasar Regulasi

Tabel 7 (Spektrum Penyakit dan Kondisi Klinis yang Ditangani Spesialis Obstetri dan Ginekologi), Lampiran Keputusan Ketua Konsil Kesehatan Indonesia No. HK.01.02/KKI/1318/2026, entri No. 33 (hlm. 60–61 dokumen Lampiran).

1. Pengertian/Definisi

PPK ini merupakan turunan operasional dari Buku Tematik B4 — Kehamilan dengan Penyakit Penyerta, pada bagian Diabetes dan Gangguan Endokrin dalam Kehamilan.

Kehamilan dengan diabetes tanpa komplikasi (diabetes in pregnancy without complication) adalah kondisi hiperglikemia (hyperglycemia — kadar glukosa darah di atas nilai normal) yang terdeteksi selama kehamilan, baik berupa diabetes melitus gestasional (DMG; gestational diabetes mellitus/GDM — intoleransi glukosa yang pertama kali dikenali pada kehamilan) maupun diabetes melitus pragestasional (pregestational diabetes/PDM — diabetes tipe 1 atau tipe 2 yang telah diketahui sebelum hamil), tanpa disertai komplikasi vaskular (retinopati, nefropati, neuropati), ketoasidosis diabetikum, atau kegawatan metabolik akut pada saat penilaian.

Dasar Regulasi

Tabel 7 (Spektrum Penyakit dan Kondisi Klinis yang Ditangani Spesialis Obstetri dan Ginekologi), Lampiran Keputusan Ketua Konsil Kesehatan Indonesia No. HK.01.02/KKI/1318/2026, entri No. 33 (hlm. 60–61 dokumen Lampiran).

Kode diagnosis: ICD-10 O24.4 (Diabetes melitus gestasional); ICD-11 JA63 (Diabetes melitus dalam kehamilan). Catatan Keterangan/Populasi resmi pada Tabel 7: “Hiperglikemia gestasional” — menjadi dasar populasi sasaran PPK ini, yaitu ibu hamil dengan hiperglikemia yang belum menunjukkan komplikasi organ target maupun kegawatan metabolik.

Diabetes dalam kehamilan merupakan salah satu komplikasi medis tersering pada kehamilan. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 oleh Kementerian Kesehatan RI mencatat diabetes melitus gestasional pada 2,6% dari seluruh kasus diabetes melitus yang tercatat pada penduduk Indonesia, dengan proporsi tertinggi pada kelompok usia 25–34 tahun (3,8%); angka ini menegaskan pentingnya skrining dan tata laksana terstandar di tingkat pelayanan spesialistik.

2. Anamnesis

Sebagian besar kasus DMG bersifat asimtomatik dan terdeteksi melalui skrining rutin. Anamnesis diarahkan pada identifikasi faktor risiko dan gejala hiperglikemia bermakna.

3. Pemeriksaan Fisik

4. Kriteria Diagnosis

Kode diagnosis (dwibahasa pada kemunculan pertama bab ini): Diabetes melitus dalam kehamilan (diabetes mellitus in pregnancy) — ICD-10 O24.4; ICD-11 JA63. Untuk kepentingan pencatatan klinis yang lebih rinci, klasifikasi ICD-11 menyediakan kode ekstensi di bawah blok JA63 — antara lain JA63.2 untuk diabetes yang timbul/terdiagnosis dalam kehamilan (setara DMG) dan JA63.0/JA63.1 untuk diabetes pragestasional tipe 1/tipe 2 yang menyertai kehamilan; pemilihan kode ekstensi mengikuti jenis diabetes yang ditegakkan pada masing-masing pasien, dengan kode induk JA63 tetap menjadi rujukan utama sesuai Tabel 7 Kepkonsil.

Diagnosis ditegakkan melalui skrining/pemeriksaan glukosa darah sesuai salah satu strategi berikut, disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas:

Kriteria Diagnosis Hiperglikemia dalam Kehamilan (prosedur baku TTGO 75 g vena, mengikuti WHO 2013/IADPSG; ≥ 1 nilai terlampaui pada usia gestasi ≥ 24 minggu)
ParameterNilai AmbangInterpretasi
Glukosa puasa≥ 92 mg/dL (5,1 mmol/L)Satu nilai terlampaui → DMG
Glukosa 1 jam pasca-beban 75 g≥ 180 mg/dL (10,0 mmol/L)Satu nilai terlampaui → DMG
Glukosa 2 jam pasca-beban 75 g≥ 153 mg/dL (8,5 mmol/L)Satu nilai terlampaui → DMG

PB PERKENI (2021) mengadopsi nilai ambang di atas untuk prosedur baku TTGO vena dengan puasa, namun menambahkan dua jalur alternatif bagi fasilitas kesehatan primer dengan keterbatasan sarana: TTGO menggunakan darah kapiler (ambang lebih tinggi: glukosa puasa ≥ 95 mg/dL, 1 jam ≥ 191 mg/dL, 2 jam ≥ 162 mg/dL) dan TTGO tanpa puasa bagi ibu yang tidak mampu berpuasa. Pada usia gestasi < 24 minggu, PERKENI mensyaratkan minimal 2 nilai abnormal (bukan 1) untuk menegakkan diagnosis DMG, mengingat perubahan fisiologis glukosa yang belum konsisten pada usia gestasi tersebut.

Sebagai catatan, pendekatan dua langkah (glucose challenge test 50 g diikuti TTGO 100 g bila hasil positif) masih digunakan secara luas di beberapa negara, termasuk sebagai salah satu pilihan dalam pedoman American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG); pembahasan perbedaan kedua pendekatan disajikan pada bagian 12.

Diabetes melitus pragestasional yang tidak terdiagnosis sebelum hamil dapat ditegakkan pada kunjungan antenatal pertama bila dijumpai glukosa plasma puasa ≥ 126 mg/dL, glukosa plasma sewaktu ≥ 200 mg/dL disertai gejala klasik, atau HbA1c ≥ 6,5%; kondisi ini diklasifikasikan sebagai “overt diabetes in pregnancy” dan tetap masuk cakupan PPK ini selama belum dijumpai komplikasi vaskular/organ.

Kriteria “tanpa komplikasi” pada PPK ini ditegakkan bila TIDAK dijumpai satu pun dari: ketoasidosis diabetikum, retinopati diabetik, nefropati diabetik (proteinuria bermakna akibat diabetes), neuropati simtomatik, atau kegawatan metabolik akut lain. Bila salah satu dijumpai, kasus dialihkan ke PPK diabetes dalam kehamilan dengan komplikasi (bila tersedia dalam daftar Tabel 7) dan/atau dirujuk ke Fetomaternal (lihat 7.4).

5. Diagnosis Kerja dan Diagnosis Banding

Diagnosis kerja: Kehamilan [G_P_A_, usia gestasi ... minggu] dengan diabetes melitus tanpa komplikasi (DMG atau diabetes pragestasional terkontrol), ICD-10 O24.4 / ICD-11 JA63.

6. Pemeriksaan Penunjang

7. Tata Laksana

7.1 Tata Laksana Non-Farmakologis

7.2 Tata Laksana Farmakologis

Farmakoterapi diindikasikan bila target glikemik tidak tercapai dengan terapi nutrisi medis dan aktivitas fisik dalam 1–2 minggu, atau bila dijumpai makrosomia/polihidramnion dini yang mengindikasikan kendali glikemik suboptimal.

7.3 Tata Laksana Bedah/Prosedural (bila relevan)

Tidak terdapat prosedur bedah rutin untuk diabetes dalam kehamilan tanpa komplikasi. Cara persalinan mengikuti indikasi obstetri; seksio sesarea dipertimbangkan pada taksiran berat janin ≥ 4500 g untuk mengurangi risiko distosia bahu, atau atas indikasi obstetri lain. Pada DMG dengan kendali glikemik baik dan tanpa komplikasi, induksi persalinan pada usia gestasi 39–40 minggu dipertimbangkan untuk mengurangi risiko makrosomia progresif dan lahir mati, mengikuti pendekatan ACOG dan NICE (NG3). Pada diabetes pragestasional, pedoman bersama ES/ESE 2025 menyarankan persalinan sebelum usia gestasi 39 minggu karena risiko kumulatif kehamilan lanjut pada kelompok ini umumnya melampaui risiko persalinan lebih awal; waktu persalinan optimal tetap ditetapkan secara individual bersama tim Fetomaternal.

7.4 Kriteria Rujukan ke Subspesialis Fetomaternal

8. Edukasi Pasien dan Keluarga

9. Prognosis

Dengan diagnosis dini dan tata laksana adekuat, mayoritas ibu dengan diabetes dalam kehamilan tanpa komplikasi mencapai luaran maternal dan perinatal yang baik. Tanpa kendali glikemik memadai, risiko makrosomia, distosia bahu, polihidramnion, preeklamsia, serta morbiditas neonatal (hipoglikemia neonatal, sindrom gawat napas, hiperbilirubinemia) meningkat. DMG juga berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes melitus tipe 2 pada ibu di kemudian hari, sehingga skrining pascasalin dan pemantauan jangka panjang (lihat 8 dan 11) menjadi bagian penting keberhasilan tata laksana.

10. Tingkat Evidens dan Rekomendasi

Tingkat Evidens dan Kekuatan Rekomendasi (skala evidens standar)
Komponen Tata LaksanaTingkat EvidensKekuatan RekomendasiSumber
Skrining TTGO 75 g usia gestasi 24–28 mingguII-2KuatWHO 2013; FIGO 2015; Kepkonsil Tabel 7 No. 33
Terapi nutrisi medis sebagai lini pertamaIKuatACOG PB No. 190 (2018)
Insulin sebagai farmakoterapi lini pertamaIKuatACOG PB No. 190 & 201 (2018); NICE NG3
Metformin sebagai alternatif/tambahan pada DMGI–IIKondisionalCochrane CD011967 (Brown dkk., 2017)
Metformin tidak ditambahkan rutin pada PDM yang sudah mendapat insulinIIKondisionalES/ESE Joint CPG (2025)
Induksi persalinan 39–40 minggu pada DMG dengan kendali baikII-2KondisionalACOG PB No. 190 (2018); NICE NG3
Persalinan sebelum 39 minggu pada diabetes pragestasionalIIKondisionalES/ESE Joint CPG (2025)
Skrining ulang pascasalin 4–12 mingguII-2KuatACOG Clinical Practice Update (2024); ADA Standards of Care (2026)

11. Indikator Medis

12. Perbandingan dan Pengayaan Standar Internasional

Standar nasional (Kepkonsil Tabel 7 No. 33) menetapkan kompetensi spesialis obstetri dan ginekologi untuk menangani diabetes dalam kehamilan tanpa komplikasi dengan pendekatan skrining dan tata laksana bertahap sebagaimana diuraikan di atas. Di tingkat domestik, pendekatan ini selaras dengan Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Hiperglikemia dalam Kehamilan 2021 yang diterbitkan Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PB PERKENI). PERKENI mengadopsi nilai ambang TTGO 75 g vena yang sama dengan WHO/IADPSG untuk prosedur baku, namun menambahkan dua jalur diagnostik alternatif (TTGO kapiler dan TTGO tanpa puasa) dengan ambang yang disesuaikan, mempertimbangkan keterbatasan sarana di banyak fasilitas kesehatan primer Indonesia — sebuah adaptasi praktis yang tidak terdapat pada pedoman WHO/FIGO asli.

13. Glosarium

DMG (Diabetes Melitus Gestasional)
Intoleransi glukosa yang pertama kali dikenali atau timbul selama kehamilan.
Diabetes Pragestasional (PDM)
Diabetes melitus tipe 1 atau tipe 2 yang telah diketahui/didiagnosis sebelum kehamilan berlangsung.
TTGO (Tes Toleransi Glukosa Oral)
Pemeriksaan kadar glukosa darah puasa dan setelah pemberian beban glukosa oral (umumnya 75 g) untuk menilai kemampuan tubuh mengendalikan kadar gula darah.
HbA1c (Hemoglobin Terglikasi)
Parameter laboratorium yang menggambarkan rata-rata kadar glukosa darah dalam 2–3 bulan terakhir.
SMBG (Self-Monitoring Blood Glucose)
Pemantauan kadar glukosa darah kapiler secara mandiri oleh pasien menggunakan alat glukometer.
IMT (Indeks Massa Tubuh)
Ukuran status gizi yang dihitung dari berat badan (kg) dibagi kuadrat tinggi badan (m²).
Makrosomia
Kondisi janin/bayi dengan taksiran atau berat lahir ≥ 4000 g.
Distosia Bahu
Kesulitan persalinan akibat bahu janin tersangkut di jalan lahir setelah kepala lahir.
Polihidramnion
Jumlah cairan ketuban yang berlebihan dibandingkan usia kehamilan.
Ketoasidosis Diabetikum
Kegawatan metabolik akibat defisiensi insulin berat yang ditandai hiperglikemia, ketosis, dan asidosis.
Retinopati, Nefropati, Neuropati Diabetik
Komplikasi kronik diabetes yang masing-masing mengenai retina mata, ginjal, dan saraf tepi akibat paparan hiperglikemia jangka panjang.
Terapi Nutrisi Medis
Intervensi pengaturan pola makan individual yang disusun oleh tenaga gizi/dokter sebagai lini pertama tata laksana DMG.
Hybrid Closed Loop
Sistem pompa insulin otomatis yang menyesuaikan pemberian insulin berdasarkan pembacaan sensor glukosa berkelanjutan (continuous glucose monitoring).
IADPSG
International Association of Diabetes and Pregnancy Study Groups — kelompok kerja internasional yang merumuskan kriteria diagnostik hiperglikemia dalam kehamilan yang banyak diadopsi WHO dan FIGO.
Fetomaternal
Subspesialisasi obstetri dan ginekologi yang menangani kehamilan berisiko tinggi, termasuk kasus diabetes dengan komplikasi atau kendali glikemik sulit.

14. Kepustakaan

  1. Konsil Kesehatan Indonesia. Keputusan Ketua Konsil Kesehatan Indonesia Nomor HK.01.02/KKI/1318/2026 tentang Standar Kompetensi Dokter Spesialis dan Subspesialis Bidang Obstetri dan Ginekologi. Jakarta: Konsil Kesehatan Indonesia; 2026. Lampiran, Tabel 7, entri No. 33.
  2. World Health Organization. Diagnostic Criteria and Classification of Hyperglycaemia First Detected in Pregnancy. Geneva: WHO; 2013. Tersedia pada: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK169021/
  3. Hod M, Kapur A, Sacks DA, Hadar E, Agarwal M, Di Renzo GC, dkk. The International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) Initiative on Gestational Diabetes Mellitus: A Pragmatic Guide for Diagnosis, Management, and Care. Int J Gynaecol Obstet. 2015;131(Suppl 3):S173–S211. doi:10.1016/S0020-7292(15)30033-3
  4. American College of Obstetricians and Gynecologists’ Committee on Practice Bulletins—Obstetrics. Practice Bulletin No. 190: Gestational Diabetes Mellitus. Obstet Gynecol. 2018;131(2):e49–e64. doi:10.1097/AOG.0000000000002501. Tersedia pada: https://www.acog.org/clinical/clinical-guidance/practice-bulletin/articles/2018/02/gestational-diabetes-mellitus
  5. American College of Obstetricians and Gynecologists’ Committee on Practice Bulletins—Obstetrics. Practice Bulletin No. 201: Pregestational Diabetes Mellitus. Obstet Gynecol. 2018;132(6):e228–e248. doi:10.1097/AOG.0000000000002960. Tersedia pada: https://www.acog.org/clinical/clinical-guidance/practice-bulletin/articles/2018/12/pregestational-diabetes-mellitus
  6. American College of Obstetricians and Gynecologists. Clinical Practice Update: Screening for Gestational and Pregestational Diabetes in Pregnancy and Postpartum. Obstet Gynecol. 2024;144(1):e20–e23. doi:10.1097/AOG.0000000000005612
  7. National Institute for Health and Care Excellence. Diabetes in Pregnancy: Management from Preconception to the Postnatal Period. NICE Guideline NG3. London: NICE; 2015 (diperbarui 2020). Tersedia pada: https://www.nice.org.uk/guidance/ng3
  8. Royal College of Obstetricians and Gynaecologists. Diagnosis and Treatment of Gestational Diabetes. Scientific Impact Paper No. 23. London: RCOG. Tersedia pada: https://www.rcog.org.uk/guidance/browse-all-guidance/scientific-impact-papers/diagnosis-and-treatment-of-gestational-diabetes-scientific-impact-paper-no-23/
  9. Salomon LJ, Alfirevic Z, Da Silva Costa F, Deter RL, Figueras F, Ghi T, dkk. ISUOG Practice Guidelines: Ultrasound Assessment of Fetal Biometry and Growth. Ultrasound Obstet Gynecol. 2019;53(6):715–723. doi:10.1002/uog.20272
  10. Brown J, Martis R, Hughes B, Rowan J, Crowther CA. Oral Anti-Diabetic Pharmacological Therapies for the Treatment of Women with Gestational Diabetes. Cochrane Database Syst Rev. 2017;1:CD011967. doi:10.1002/14651858.CD011967.pub2
  11. Wyckoff JA, Lapolla A, Asias-Dinh BD, Barbour LA, Brown FM, Catalano PM, dkk. Preexisting Diabetes and Pregnancy: An Endocrine Society and European Society of Endocrinology Joint Clinical Practice Guideline. J Clin Endocrinol Metab. 2025;110(9):2405–2452. doi:10.1210/clinem/dgaf288
  12. American Diabetes Association Professional Practice Committee. 15. Management of Diabetes in Pregnancy: Standards of Care in Diabetes—2026. Diabetes Care. 2026;49(Suppl 1):S321–S338. doi:10.2337/dc26-S015
  13. Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PB PERKENI). Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Hiperglikemia dalam Kehamilan 2021. Jakarta: PB PERKENI; 2021. Tersedia pada: https://pbperkeni.or.id/wp-content/uploads/2021/11/22-10-21-Website-Pedoman-Diagnosis-dan-Penatalaksanaan-Hiperglikemia-dalam-Kehamilan-Ebook.pdf
  14. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jakarta: Kemenkes RI; 2023.
  15. Buku Tematik B4 — Kehamilan dengan Penyakit Penyerta [dokumen induk internal, rujukan silang].
Penulis
Dr.dr. Budi Siswanto, Sp.OG., Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Penerbit
Perpustakaan Digital ABBA
Alamat
Jl. Kerinci Raya No. 9, Malang 65138
Tahun
2026