Panduan Praktik Klinis — Dokumen 56 dari 73

Perdarahan Uterus Abnormal Sederhana

Simple Abnormal Uterine Bleeding

Kategori
Perdarahan uterus fungsional sederhana — Tabel 7 No. 56 Kepkonsil
Turunan Operasional
Buku Tematik B8 — Gangguan Haid, Endokrinologi Reproduksi Dasar, dan Infertilitas Dasar
Divisi Pengampu
Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi
Penulis
Dr.dr. Budi Siswanto, Sp.OG., Subsp.Obginsos., SH., S.Kom.
Penerbit
Perpustakaan Digital ABBA
Alamat
Jl. Kerinci Raya No. 9, Malang 65138

1. Pengertian/Definisi

Dasar Regulasi
Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026, Tabel 7 No. 56; Lampiran Daftar Istilah dan Definisi Operasional Kompetensi Medis

PPK ini merupakan turunan operasional dari Bab Gangguan Haid, Buku Tematik B8 — Gangguan Haid, Endokrinologi Reproduksi Dasar, dan Infertilitas Dasar, dan mengatur tata laksana entri Tabel 7 No. 56 Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026: "Perdarahan uterus abnormal sederhana" (Simple abnormal uterine bleeding), kode ICD-10 N93.9 dan ICD-11 GA20.1, dengan Keterangan/Populasi resmi "Perdarahan uterus fungsional sederhana".

Definisi operasional resmi (Lampiran Daftar Istilah Kepkonsil): Perdarahan uterus abnormal sederhana adalah perdarahan dari uterus yang tidak normal dalam frekuensi, durasi, volume, dan/atau keteraturan, tanpa penyebab struktural serius yang teridentifikasi.

Batasan parameter normal siklus haid mengikuti FIGO AUB System 1: frekuensi 24-38 hari, durasi perdarahan 8 hari atau kurang, volume 80 mL atau kurang per siklus (atau tidak mengganggu kualitas hidup menurut penilaian subjektif pasien), dan variasi antarsiklus 7-9 hari atau kurang pada wanita usia 26-41 tahun. Perdarahan di luar rentang ini, tanpa temuan struktural pada evaluasi penunjang standar, dikategorikan sebagai AUB sederhana dan dikelola pada tingkat kompetensi spesialis.

Secara patofisiologis, AUB nonstruktural umumnya bersumber dari salah satu dari dua mekanisme utama: gangguan sumbu hipotalamus-hipofisis-ovarium yang menyebabkan anovulasi kronik dengan stimulasi estrogen tanpa lawan pada endometrium (mendasari AUB-O), atau disregulasi hemostasis lokal endometrium — meliputi ketidakseimbangan produksi prostaglandin vasodilator/vasokonstriktor dan aktivitas fibrinolitik endometrium yang berlebihan — pada siklus yang tetap ovulatorik (mendasari AUB-E).

Cakupan PPK ini terbatas pada AUB nonstruktural menurut sistem klasifikasi FIGO PALM-COEIN — mencakup kemungkinan AUB-O (gangguan ovulasi), AUB-E (disfungsi primer endometrium), dan AUB-N (tidak terklasifikasi/idiopatik setelah evaluasi lengkap) — setelah komponen struktural (Polip, Adenomiosis, Leiomioma, Malignansi/hiperplasia — PALM) disingkirkan melalui pencitraan. Entitas AUB struktural dan AUB-C (koagulopati) yang kompleks diatur pada PPK tersendiri di luar cakupan dokumen ini.

1.1 Klasifikasi FIGO PALM-COEIN

Sistem PALM-COEIN membagi penyebab AUB usia reproduksi menjadi sembilan kategori, dikelompokkan menjadi komponen struktural (dapat dinilai dengan pencitraan/histopatologi) dan nonstruktural. PPK ini berfokus pada tiga kategori nonstruktural yang mendasari diagnosis "sederhana".

KelompokKategoriKeterangan Singkat
Struktural (disingkirkan lebih dulu)Polip (AUB-P)Polip endometrium/endoserviks — dinilai dengan USG/histeroskopi
Struktural (disingkirkan lebih dulu)Adenomiosis (AUB-A)Infiltrasi jaringan endometrium ke miometrium
Struktural (disingkirkan lebih dulu)Leiomioma (AUB-L)Mioma uteri submukosa/intramural/subserosa
Struktural (disingkirkan lebih dulu)Malignansi dan Hiperplasia (AUB-M)Hiperplasia atau keganasan endometrium
Nonstruktural (cakupan PPK ini)Koagulopati (AUB-C)Gangguan hemostasis sistemik, mis. penyakit von Willebrand
Nonstruktural (cakupan PPK ini)Gangguan Ovulasi (AUB-O)Anovulasi/oligo-ovulasi kronik, mis. terkait sindrom ovarium polikistik
Nonstruktural (cakupan PPK ini)Disfungsi Endometrium (AUB-E)Gangguan hemostasis lokal endometrium pada siklus ovulatorik
Nonstruktural (cakupan PPK ini)Iatrogenik (AUB-I)Terkait AKDR, antikoagulan, atau kontrasepsi hormonal
Nonstruktural (cakupan PPK ini)Belum Terklasifikasi (AUB-N)Penyebab jarang/belum teridentifikasi setelah evaluasi lengkap

2. Anamnesis

Anamnesis terstruktur mengikuti kerangka FIGO AUB System 1 untuk mengarakterisasi pola perdarahan secara kuantitatif, dilengkapi penapisan etiologi dan dampak fungsional.

3. Pemeriksaan Fisik

4. Kriteria Diagnosis (ICD-10 N93.9 / ICD-11 GA20.1)

Dasar Regulasi
Kepkonsil No. HK.01.02/KKI/1318/2026, Tabel 7 No. 56

Diagnosis Perdarahan Uterus Abnormal Sederhana (ICD-10: N93.9 — Perdarahan uterus dan vagina abnormal lainnya dan yang tidak spesifik; ICD-11: GA20.1) ditegakkan bila terpenuhi seluruh kriteria berikut:

  1. Pola perdarahan uterus di luar batas normal FIGO AUB System 1 pada salah satu atau lebih parameter: frekuensi (kurang dari 24 atau lebih dari 38 hari), durasi (lebih dari 8 hari), volume (lebih dari 80 mL per siklus atau dinilai berlebihan oleh pasien hingga mengganggu kualitas hidup), dan/atau keteraturan (variasi siklus lebih dari 7-9 hari).
  2. Tidak ditemukan kelainan struktural (komponen PALM: polip, adenomiosis, leiomioma, hiperplasia/keganasan endometrium) pada evaluasi penunjang standar, terutama ultrasonografi transvaginal.
  3. Kehamilan dan komplikasinya telah disingkirkan melalui tes beta-hCG pada wanita usia reproduksi.
  4. Penyebab iatrogenik yang jelas (AUB-I, misalnya efek samping AKDR atau antikoagulan) dan koagulopati berat yang jelas (AUB-C) telah dipertimbangkan dan tidak menjadi penyebab dominan yang memerlukan tata laksana lintas disiplin segera.

Diagnosis ini bersifat sementara/kerja pada AUB nonstruktural (AUB-O, AUB-E, atau AUB-N menurut FIGO PALM-COEIN) dan dapat direvisi apabila evaluasi lanjutan (biopsi endometrium, profil koagulasi, atau pencitraan ulang) menemukan komponen struktural atau sistemik yang mengubah klasifikasi.

5. Diagnosis Kerja dan Diagnosis Banding

Diagnosis kerja: Perdarahan uterus abnormal sederhana (fungsional) — N93.9/GA20.1, meliputi kemungkinan subtipe AUB-O (gangguan ovulasi, tersering terkait sindrom ovarium polikistik atau anovulasi perimenarke/perimenopause), AUB-E (disfungsi hemostasis lokal endometrium tanpa kelainan struktural atau sistemik), dan AUB-N (idiopatik/tidak terklasifikasi setelah evaluasi lengkap).

6. Pemeriksaan Penunjang

7. Tata Laksana

7.1 Tata Laksana Non-Farmakologis

7.2 Tata Laksana Farmakologis

Pilihan TerapiRegimen DasarCatatan Klinis
Asam traneksamat1 g per oral, 3-4 kali/hari, pada hari-hari perdarahan terberat (maksimal 4 hari per siklus)Nonhormonal, lini pertama; kontraindikasi pada riwayat tromboemboli aktif
NSAID (mis. asam mefenamat)500 mg per oral, 3 kali/hari, selama perdarahanSekaligus mengurangi dismenore; hindari pada gastritis/tukak aktif
Kontrasepsi hormonal kombinasiSesuai regimen sediaan pil kombinasiMeregulasi siklus pada AUB-O; sekaligus memberi efek kontrasepsi
Progestin siklik fase lutealMis. medroksiprogesteron asetat sesuai regimen sediaanRegulasi siklus pada AUB-O; progestin dosis tinggi jangka pendek untuk episode akut-sedang
LNG-IUSPemasangan intrauterin sesuai petunjuk produkLini pertama untuk menoragia kronik berulang; efektivitas pengurangan volume darah tertinggi di antara pilihan medikamentosa

Koreksi anemia: suplementasi besi oral pada anemia defisiensi besi ringan-sedang; transfusi darah dipertimbangkan bila hemoglobin kurang dari 7 g/dL atau terdapat gejala simtomatik berat independen dari nilai ambang tersebut.

7.3 Tata Laksana Bedah/Prosedural (bila relevan)

Dilatasi dan kuretase (D&K) tidak direkomendasikan sebagai modalitas terapi rutin untuk AUB sederhana dan hanya dipertimbangkan untuk kontrol perdarahan akut yang refrakter terhadap terapi medikamentosa maksimal atau untuk tujuan diagnostik histopatologi. Ablasi endometrium dan histerektomi merupakan pilihan akhir pada kasus refrakter terhadap seluruh terapi medikamentosa lini pertama dan kedua, berada di luar cakupan "sederhana" PPK ini, serta memerlukan pengambilan keputusan bersama subspesialis terkait.

7.4 Kriteria Rujukan ke Subspesialis Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi

8. Edukasi Pasien dan Keluarga

9. Prognosis

Prognosis pada AUB sederhana tanpa kelainan struktural umumnya baik (bonam), dengan mayoritas pasien menunjukkan perbaikan bermakna terhadap terapi medikamentosa lini pertama. Prognosis fungsional jangka panjang bersifat dubia ad bonam dan bergantung pada penyebab dasar yang mendasari gangguan ovulasi — misalnya sindrom ovarium polikistik memerlukan tata laksana dan pemantauan jangka panjang di luar episode AUB akut.

10. Tingkat Evidens dan Rekomendasi

Intervensi/PernyataanTingkat EvidensRekomendasiSumber
Asam traneksamat untuk menoragiaIABryant-Smith dkk., Cochrane 2018 (CD000249)
LNG-IUS sebagai lini pertama menoragia kronikIABofill Rodriguez dkk., Cochrane 2020 (CD002126); NICE NG88
NSAID untuk mengurangi volume dan nyeri haidIABofill Rodriguez dkk., Cochrane 2019 (CD000400)
USG transvaginal sebagai skrining struktural lini pertamaIIBFIGO 2018 (Munro dkk.); NICE NG88
D&K bukan terapi rutin AUB sederhanaIIBNICE NG88; ACOG PB No. 128
Pemeriksaan feritin serum tidak rutin pada evaluasi AUB tanpa kecurigaan defisiensi besiIIIBNICE NG88 (pembaruan 2026)

11. Indikator Medis

12. Perbandingan dan Pengayaan Standar Internasional

Standar nasional (Kepkonsil) menetapkan kriteria diagnosis AUB sederhana berdasarkan penyingkiran komponen struktural melalui pemeriksaan penunjang standar; standar internasional FIGO (Munro MG, Critchley HOD, Fraser IS; FIGO Menstrual Disorders Committee, 2018) merumuskan sistem nomenklatur AUB System 1 dan klasifikasi etiologi PALM-COEIN secara eksplisit sebagai kerangka baku global — praktik di Indonesia mengikuti standar nasional dengan mengadopsi kerangka FIGO sebagai alat bantu klasifikasi, bukan menggantikannya.

Standar nasional menetapkan tata laksana farmakologis bertahap tanpa preferensi eksplisit atas urutan lini pertama; standar internasional NICE (guideline NG88, diterbitkan 2018, versi terkini per pembaruan Juli 2026) merekomendasikan LNG-IUS sebagai pilihan farmakologis lini pertama untuk menoragia tanpa kelainan struktural yang memerlukan kontrasepsi, mendahulukan asam traneksamat/NSAID hanya bila LNG-IUS ditolak pasien atau tidak sesuai; pembaruan 2026 juga menghapus anjuran pemeriksaan feritin serum rutin pada evaluasi laboratorium AUB — praktik di Indonesia mengikuti standar nasional dengan mempertimbangkan preferensi dan aksesibilitas pasien dalam pemilihan lini terapi.

Standar internasional ACOG (Committee Opinion No. 557, disahkan reaffirmasi terakhir 2024) memberikan algoritme spesifik tata laksana perdarahan akut berat pada wanita usia reproduksi tidak hamil, termasuk estrogen dosis tinggi intravena pada kondisi tertentu; ACOG Practice Bulletin No. 136 (reaffirmasi 2022) melengkapi dengan algoritme khusus AUB terkait disfungsi ovulasi. Kedua dokumen ini memperkaya namun tidak menggantikan alur tata laksana bertahap pada standar nasional untuk AUB sederhana yang oleh definisi tidak mengancam nyawa.

13. Kepustakaan

  1. Konsil Kesehatan Indonesia. Keputusan Ketua Konsil Kesehatan Indonesia Nomor HK.01.02/KKI/1318/2026 tentang Standar Kompetensi Dokter Spesialis dan Subspesialis Bidang Obstetri dan Ginekologi. 2026.
  2. Munro MG, Critchley HOD, Fraser IS; FIGO Menstrual Disorders Committee. The two FIGO systems for normal and abnormal uterine bleeding symptoms and classification of causes of abnormal uterine bleeding in the reproductive years: 2018 revisions. Int J Gynecol Obstet. 2018;143(3):393-408. doi:10.1002/ijgo.12666.
  3. National Institute for Health and Care Excellence (NICE). Heavy menstrual bleeding: assessment and management. NICE guideline NG88. London: NICE; diterbitkan 14 Maret 2018, versi terkini per pembaruan 7 Juli 2026. Tersedia di: www.nice.org.uk/guidance/ng88.
  4. Bryant-Smith AC, Lethaby A, Farquhar C, Hickey M. Antifibrinolytics for heavy menstrual bleeding. Cochrane Database Syst Rev. 2018;4:CD000249. doi:10.1002/14651858.CD000249.pub2.
  5. Bofill Rodriguez M, Lethaby A, Farquhar C. Non-steroidal anti-inflammatory drugs for heavy menstrual bleeding. Cochrane Database Syst Rev. 2019;9:CD000400. doi:10.1002/14651858.CD000400.pub4.
  6. Bofill Rodriguez M, Lethaby A, Jordan V. Progestogen-releasing intrauterine systems for heavy menstrual bleeding. Cochrane Database Syst Rev. 2020;4:CD002126. doi:10.1002/14651858.CD002126.pub3.
  7. American College of Obstetricians and Gynecologists. Committee Opinion No. 557: Management of Acute Abnormal Uterine Bleeding in Nonpregnant Reproductive-Aged Women. Obstet Gynecol. 2013;121(4):891-896. doi:10.1097/01.AOG.0000428646.67925.9a (reaffirmasi 2024).
  8. American College of Obstetricians and Gynecologists. Practice Bulletin No. 136: Management of Abnormal Uterine Bleeding Associated with Ovulatory Dysfunction. Obstet Gynecol. 2013;122(1):176-185 (reaffirmasi 2022).

14. Glosarium